Hello, My name is Junaiding, but you can call me Jun, this is my personal blog, and I want to say Welcome in my Blog, I hope you can found something and enjoy in here

Persiapan Menjadi Advokat (Dari Bangku Kuliah)





Persiapan Menjadi Advokat
Dari Bangku Kuliah

Memilih Fakultas Hukum

Pertama-tama saya tidak bermaksud membeda-bedakan fakultas yang satu dengan yang lain. Karena semua fakultas memiliki kehebatan masing-masing, setiap profesi itu pasti berguna. Asalkan dijalani dengan semangat profesionalisme dan ketekunan. Namun berhubung karena penulis adalah lulusan dari Fakultas Hukum, maka saya akan membahas tentangFakultas Hukum saja. 

Pertimbangan saya ketika akan masuk ke Fakultas Hukum pada tahun 2008 cukup sederhana. Yakni, jika saya akan kuliah pilihannya ada dua. Pertama jika eksakta saya akan pilih Kedokteran, dan kedua jika sosial saya akan pilih Hukum. Lalu kenapa saya pilih hukum. Karena waktu SMA saya siswa di kelas IPS. Untuk lebih spesifik kenapa hukum. Yakni, dikarenakan bidang hukum berada di semua aspek. Seluruh aspek kehidupan manusia, apalagi negara kita kan “Negara Hukum”. 

Memilih jurusan di Fakultas Hukum

Di Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin, diwaktu akngkatan saya hanya ada 1 jurusan yakni ilmu hukum. Namun terdapat banyak bagian. Ada bagian Pidana, Perdata, HTN, HAN, Acara, Hukum Internasional. Di kampus lain bisa saja memiliki fareasi yang berbeda. Pemilihan bagian-bagian ini menjadi permasalah tersendiri untuk sebagian mahasiswa Fakultas Hukum. 

Pada dasarnya pemilihan jurusan apa saja, tidak masalah selama anda menyukainya dan sesuai dengan bakat dan kegemaran anda. Jangan asal ikut-ikutan, yang hanya dikarenakan ada teman anda yang rajin kerja tugas di kelas Pidana anda ikut bagian Pidana agar selalu bisa nyontek. Namun tidak ada salahnya jika anda ingin menekuni profesi tertentu nantinya. Misalnya jika anda ingin menjadi diplomat maka sebaiknya mengambil Hukum Internasional. Jika anda ingin bekerja sebagai Notaris sebaiknya anda mengambil Hukum Perdata. Jika anda ingin menjadi Jaksa sebaiknya mengambil Acara atau Pidana. Lalu bagimana jika anda ingin menjadi pengacara, sebaiknya anda mengambil yang paling anda GEMARI dan membuat rasa ingin tahu anda TERGUGAH.

Memilih judul skripsi

Terlihat sepele memang. Namun sebaiknya anda menentukan topik penelitian anda sesuai dengan bidang yang ingin anda tekuni di dunia kerja nantinya. Karena ini cukup membatun ketika anda akan melamar kerja atau membuka usaha di bidang yang anda teliti. 

Pilihan Profesi Advokat

Saya tidak akan membahas profesi hukum yang lain, sebab saya belum menekuninya. Hanya satu. Advokat / Pengacara.

Untuk Universitas-Universitas yang ada di Kota-kota besar, mungkin sebagian mahasiswa fakultas huku paham tentang persiapan menjadi seorang Advokat sejak berada di bangku kuliah. Namun tidak demikian halnya dengan Mahasiswa dari Universitas-Universitas yang ada di daerah.

Sedikit ulasan mengenai profesi Advokat. Sewaktu saya mengikuti Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA), di awal pembelajaran sering sekali ditanyakan. Kenapa anda ingin jadi Advokat ?. ada yang jawab “ingin menolong sesama”; “menegakkan keadilan, karena profesi Advokat adalah yang bermartabat dan terhormat (officium nobile)” saya ingat sekali ketika jawaban ini terlontar dari salah seorang peserta PKPA, serentak hampir sebagian isi kelas tertawa.; ada juga yang mengatakan “ingin cepat kaya” kemudian langsung disambut riuh dengan ungkapan “ini baru jawaban yang jujur”.

Benarkah demikian. Jawaban terakhir yang jujur. Profesi Advokat jalan tol menuju kaya. Bisa iya, bisa tidak. Kalo orangnya pintar dan / atau cerdik maka bisa iya. Jika orangnya asal-asalan jadi Advokat bisa tidak. Atau jika anda memang benar-benar membawa semangat sosial yang tinggi, membela kaum yang lemah dan tertindas berjuang menegakkan hukum tanpa pamrih (mungkin ini hakikat profesi Advokat sesungguhnya) maka jawabannya pasti kaya (kalo bukan kaya akan harta berarti kaya iman dan amal ibadah, Amiinn).

Namun tidak dapat dipungkiri profesi Advokat dapat menjadi berkah untuk anda yang cerdas. Banyak orang berpendapat bahwa Advokat kaya karena bermain kotor. Weeeiithssssss........... tunggu dulu. Tidak berarti selalu begitu. Ini saya uraikan sedikit untuk pencerah agar advokat jika kaya tidak dicap Kotor dan juga sebagai Penyemangat bagi mahasiswa Fakultas Hukum untuk belajar giat. Terusterang bayaran advokat itu bisa mulai dari gratis sampai puluhan bahkan ratusan miliar. Ratusan miliar,!!?? It’s Joke.?....; no it’s real. Jika Advokat membela kliennya di Pengadilan terkait kasus pidana, atau perdata yang skalanya kecil, mungkin saja seorang Advokat dibayar Jutaan – Raturan Juta, atau bahka ada saudara-saudara kita yang menjadi Advokat tidak dibayar sama sekali, karena ikhlas membantu rakyat yang benar-benar tidak mampu. Namun jika anda sebagai Advokat menangani kasus terkait dengan sengketa bisnis antara dua perusahaan multinasional, yang paling mudah gambarannya, seperti kasus antara Samsung vs. Apple. Ada bisa bayangkan berapa Miliar bayaran untuk pengacaranya. Belum lama ini saya mendengar pidato seorang guru besar hukum internasional yang mengatakan bahwa bayaran untuk Lawyer Internasional itu minimal US$ 1 juta. Atau yang skala nasional di pasar saham, ketika sebuah PT akan melakukan Go-Public maka perusahaan harus diadakan audit yang biasanya oleh Lawyer dari kantor hukum yang terdaftar sebagai konsultan pasar modal, rata-rata bayaran untuk melakukan pekerjaan itu bernilai miliaran. Begitu juga dalam pembuatan kontrak antar perusahaan multinasional, yang semuanya bernilai Mahal. Atau anda ingat kasus tentang upaya mempailitkan Telkomsel beberapa waktu yang lalu, seandainya waktu itu benar-benar dinyatakn pailit dan putusannya mengikat biaya untuk kuratornya hampir mencapai angka 300 Miliar, kan woooww gitu. Bayangkan saja jika terjadi beneran terhadap perusahaan yang asetnya sama jumlahnya. Dan kurator adalah salah satu profesi yang banyak digeluti oleh para Advokat. Artinya hampir seluruh kurator itu adalah seorang Advokat. Itulah yang membuat sebagian Advokat itu memiliki keberuntungan yang lebih dibidang harta kekayaan.

Kebali ke topik awal.

Persiapan menjadi Advokat sejak dari bangku kuliah sebaiknya direncanakan memang. Pertama, sebisa mungkin anda mengikuti magang sambil kuliah di kantor hukum. Jika tidak, coba magang atau menjadi anggota pada lembaga-lembaga bantuan hukum yang ada dan lebih bagus lagi jika diakui oleh organisasi Advokat. Ini akan sangat membantu sekali jika anda akan mencari kantor hukum untuk melaksanakan Magang Advokat yang disyaratkan selama 2 tahun berturut-turut setelah selesai PKPA dan lulus UPA.

Yang perlu diketahui juga, yakni dalam profesi Advokat, meskipun hanya sebuah kebiasaan, Pengacara itu ada dua, yakni Pengacar Litigasi dan Non-Litigasi. Pengacara litigasi berarti yang selalu beracara di pengadilan. Sedangkan Non-Litigasi berarti mereka yang tidak beracara di pengadilan dalam arti menangani hal-hal semacam legal drafting, legal opinion, dan berbagai masalah hukum perseroan ataupun dunia bisnis. Dari sisi finansial pada dasarnya relatif, namun secara umum Pengacara Non-Litigasi bisa memperoleh lebih banyak penghasilan dibanding dengan Pengacara Litigasi. Dan dari sisi jam kerja, tentu Pengacara Non-Litigasi memiliki jam kerja yang lebih panjang, jangan heran jika lembur terus menerus, atau kehilangan waktu libur.

So, pilihlan dengan bijak, dan persiapkan diri anda. Tentu sesuai dengan selera masing-masing.

Regards
Jun

Read more

everything is relative

Sudah terlalu lama blog ini tidak saya update lagi. Mungkin dikarenakan kesibukan atau karena sulitnya berkonsentrasi secara bersama-sama terhadapa banyak aspek sekaligus.
Banyak kejadian menarik yang ingin saya tulis disini agar saya tetap dapat mengingatnya tanpa harus memenuhi memori otak saya.

Diskriminasi antara Pengguna Mobil dengan Motor.
Ada perbedaan yang mencolok jika anda berbelanja di pinggir jalan, atau singgah di warung makan dengan ketika anda menggunakan mobil bagus, atau sepedah motor buntut. Saya sangat sering mengalami dan memperhatikan ketika singgah belanja di pinggir jalan, entah itu untuk membeli buah atau lainnya, ketika saya menggunakan mobil, penjualnya tersebut ramah sekali namun harga yang ditawarkannya sangatlah tinggi dibanding dengan harga biasanya. Sewaktu dalam perjalanan dari Kota Bitung ke Kota Manado, teman saya di mobil memberitahu saya bahwa “kalo ingin beli buah atau makanan, sebaiknya di pasar saja supaya lebih murah, karena kalo di pinggir jalan dan penjualnya melihatmu menggunakan mobil plat hitam, dia pasti berikan harga lebih, bahkan 2xlipat dari harga jual normalnya”.

Begitu juga halnya di warung makan, jika anda datang dengan menggunakan sepedah motor, buntut lagi, kebanyakan pelayannya melayani anda dengan acuh-acuh saja. Namun ketika anda datang dengan menggunakan mobil plat hitam, lumayan keren lagi, meskipun mobil pinjaman, pasti anda akan dilayani dengan segera dan cukup ramah. Pernah suatu ketika saya datang ke sebuah restoran dengan menggunakan motor buntut, saya sampai-sampai harus memesan dua kali di kasir baru pesanan saya keluar. Namun pernah suatu ketika saya datang menggunakan mobil, maka langsung dua pelayannya membawakan welcome drink dan daftar menu ke meja saya. Perbedaan pelayanan seperti ini sering sekali terjadi, padahal untuk di warung makan, entah anda datang menggunakan mobil yang seharga 9 digit itu, ataupun dengan motor buntut yang menunggu ditimbang kiloan atau jadi barang antic, tooohh anda akan membayar sama, sesuai yang kita pesan, namun diskriminasi itu ada.

Bisa saja terjadi, yang datang belanja itu hanyalah seorang sopir dengan pakaian rapi atau orang yang hanya meminjam mobil, dan yang menggunakan motor ternyata pemilik show room, atau konglomerat local hanya saja jenuh dengan macet sehingga menggunakan motor. Sering kita dengar terikan tentang tuntutan keadilan itu datang dari kalangan kelas bawah, namun mereka sendiri tidak berprilaku adil terhadap sesama konsumennya. Mungkin bisa sedikit dipahami jika yang satu adalah pengemis dan yang satu adalah konsumen, namun dua-duanya kan konsumen yang memiliki hak sama sebab membayar dengan harga yang sama pula.
……_________.......

Kekacauan  lalulintas
Kota ini bukanlah kota muda, yang baru ada beberapa tahun ini. Kota ini sudah menjadi ibukota provinsi sejak bertahun-tahun yang lalu. Namun satu hal yang sangat aneh yakni budaya para pengendaranya. Kendaraan tidak terlalu padat, otomatis kemacetan jarang sekali ditemui, namun para pengendaranya layaknya orang-orang yang baru masuk kota. Bahasa populernya “Ndessoo”. Jika anda akan menyebrang jalan atau berbalik arah, maka disinilah waktu paling enstrim yang akan anda hadapi, jarang sekali ada kendaraan yang mau mengurangi kecepatannya, bahkan malah kecepatannya ditambah. Tidak heran ketika anda akan berbalik arah atau menyebrang jalan banyak sekali pembalap lorong bermental kampungan yang tiba-tiba muncul. Tidak jarang juga di kota yang satu ini, entah aturan atau ajaran dari mana yang mereka peroleh. Jika akan mempersilahkan orang untuk melambung, ada sebagian kendaraan memberi kode dengan menyalakan lampu sein sebelah kanan, padahal yang seharusnya sebelah kiri. Entah apa yang ada di dalam otak mereka untuk mengendalikan logika berkendaranya, atau entah bagimana caranya mereka sehingga dapat memperoleh  izin mengemudi. Apakah hanya itu keanehannya,? Tentu masih banyak lagi keanehan dijalanan. Namun hanya itu yang dapat melekat di ingatanku.
……_________.......

Diskriminasi pendidikan
Akhir-akhir ini saya sering bersama beberapa orang yang memiliki pendidikan tinggi, bahkan pendidikannya sudah mentok di jenjang tertinggi. Sering kali dikatakannya bahwa cerdas tidaknya seseorang itu tidak diukur melalui IPK yang tinggi, namun entah kenapa dia sangat menghebatkan atau menganggap hebat orang yang IPKnya tinggi.

Dan juga ada hal lain yang kadang membuat saya sesekali sedikit tersinggung ialah diskriminasi universitas, ketika dengan mudah saja menggolongkan universitas yang satu kelas atas dan yang lain kelas menengah, saya bukannya tidak setuju dengan kesan seseorang meninggikan diri. Asalkan dengan realistis. Namun berusaha menjadikan diri tinggi dengan cara berusaha memendekkan atau menganggap yang lain pendek tentu merupakan hal yang sangat tidak baik. Sebab jika begitu, sebenarnya anda tidak tumbuh, hanya saja orang lain direndahkan agar anda kelihatannya saja tinggi.

Tumbuh tinggi itu perlu, karena itu salah satu pilar adanya kemajuan, namun jangan sampai berusaha terlihat tinggi dengan merendahkan yang lain. Sportif dan realistis itu lebih baik. Dan terkait ukuran cerdas tidaknya seseorang tadi, saya lebih percaya akan semboyan “everything is relative”.

Ada juga seseorang yang telah berpendidikan S3 dibidang hukum. Dari beberapa buku yang dimilikinya saya menduga orang ini berlatar belakang hukum pidana. Saat kumpul bersama beberapa kolega dan orang-orang yang cukup penting, kita ngobrol ringan tentang kasus pembunuhan seorang anak terhadap bapak kandungnya sendiri dengan cara membakar hidup-hidup ayahnya. Persepsi kita waktu ngobro-ngobrol itu yakni anak ini kesal terhadap ayahnya karena tidak diberi uang. Salah seorang rekan saya mengungkapkan “apakah anak itu masih bisa dapat warisan nantinya,?”. Berdasarkan yang pernah saya pelajari dan Pasal 828 BW maka anak tersebut sudah tidak berhak lagi untuk mendapatkan warisannya (jika sudah ada putusan sah oleh pengadilan). Namun seorang yang berpendidikan S3 ini mengatakan “tidak, dia tetap bisa memperoleh warisannya”. Kurang lebih seperti itu pernyataannya. Saya jadi bingung dan mempertanyakan logikanya, namun situasi tidak memungkinkan untuk saling berbantahan, sebab akan berakhir sebagai debat kusir. Jika saya yang salah mungkin saya perlu belajar banyak lagi, namun jika dia yang salah dikarenakan tidak tau atau lupa dengan pasal 828 BW yang menjadi mata pelajaran wajib fakultas, maka entah bagimana dan dari mana gelar itu bisa bertengger di depan dan belakang namanya.


Namun entahlah, mungkin ini cerminan dari uangkapan “everything is relative”.

Regards
Jun

Read more

Karet Morowali, Sulawesi Tengah, Indonesia.

Butuh Investor Untuk Membangun Industri Pengolahan Karet Mentah

Maupun Pembeli yang Ingin Membeli Karet Mentah Untuk Dipasok Ke Pabrik Pengolahan Karet Mentah

Kebun Karet

Pohon Karet


Pertimbangan Utama
  1. Di Kabupaten Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah, Indonesia. Belum ada industri pengolahan karet mentah menjadi SIR, sementara kita ketahui bahwa Kabupaten Morowali merupakan salah satu daerah perkebunan karet yang cukup besar dan prospektif di Sulawesi. 
  2. Adanya larangan untuk mengekspor karet mentah oleh pemerintah Indonesia, sehingga mengharuskannya untuk diolah terlebih dahulu minimal menjadi SIR (Standar Indonesia Rubber). 
  3. Untuk pihak yang berminat menjadi pembeli, di Kabupaten Morowali, penjualan karet cukup bebas dan persaingan yang tidak begitu ketat, sebab belum terdapat pihak pembeli (tengkulak) yang cukup banyak, bahkan di waktu-waktu tertentu, petani yang tergabung dalam kelompok tani ataupun KUD kesulitan untuk mendapatkan pembeli karet.
  4. Harga karet mentah di tingkat petani masih cukup kompetitif (Murah), dan persaingan antar pembeli yang cukup sehat, sebab sering kali proses penentuan harga dilakukan melalui lelang, namun meskipun demikian pihak yang kalah dalam memberikan harga tidak berarti tidak dapat ikut membeli, dia bisa saja turut membeli karet mentah dengan harga yang disanggupinya.

Gambaran Umum Karet di kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, Indonesia.
A. Kepemilikan.
karet di kabupaten Morowali secara umum dimiliki oleh PTPN (PT. Perusahaan Negara) dan sebagian dimiliki oleh Rakyat Sendiri (Plasma). 

B. Luas Area Lahan Perkebunan dan Jumlah Produksi
Data dari Bisnis KTI menyebutkan bahwa luas lahan karet di kabupaten Morowali yakni 5.188 Hektar dengan rata-rata produksi per tahun baru 7.800 ton. Luas areal tersebut sebagian besar dikembangkan PT PN XI.
Untuk lahan yang dimiliki oleh Petani sendiri (Plasma) yakni: Berdasarkan data Statistik Perkebunan tahun 2008 luas lahan yang sudah digunakan berjumlah 3.575 Hektar, dengan jumlah produksi tahunan pada tahun 2008 berjumlah 2.103 Ton. itu adalah data tahun 2008, namun sekarang ini dikarenakan adanya penambahan jumlah lahan perkebunan, sebab petani makin giat menanam kembali karet di lahan-lahan mereka yang masih kosong, sehingga jumlah perkebunan karet Rakyat semakin hari semakin bertambah begitu juga dengan jumlah produksi tahunan.

C. Usia Tanaman Karet.
Tanaman karet di Morowali ada yang berusia 30-an tahun, ada yang berusia 20-an tahun, ada juga yang masih berusia belasan tahun, serta cukup banyak yang masih berusia di bawah 10 tahun dikarenakan banyaknya peremajaan karet maupun penanaman karet yang baru dilakukan secara mandiri oleh masing-masing petani karet.

D. Jenis Karet yang Dihasilkan
seluruh karet yang dihasilkan oleh petani di Kabupaten Morowali ini merupakan karet mentah jenis Lum, atau karet yang di bekukan di tanah dengan bentuk menyerupai balok atau bak.

E. Proses Penjualan dan Pembelian
Diawali dengan lelang harga yang dilakukan oleh Penbeli karet bersama-sama dengan ketua Kelompok Tani dan Ketua KUD untuk menentukan harga beli karet, kemudian dilakukan proses penimbangan karet tersebut, dari jumlah keseluruhan penimbangan dilakukan pembayaran karet oleh Pembeli kepada Petani melalui ketua KDU atau Ketua Kelompok Tani.
Pembeli yang tidak berhasil memenangkan lelang penentuan harga, tetap dapat membeli karet ke Petani.

F. Kondisi Jalan.
kondisi jalanan di daerah perkebunan karet, cukup bagus, dengan adanya pengerasan dengan kerikil, dan sebagian juga telah dilakukan pengaspalan jalan, khususnya jalan akses utama.

G. Trasportasi.
Trasportasi yang umumnya digunakan oleh pembeli karet untuk mengangkut karet yang dibelinya, yakni menggunakan Kontainer dan Truk bak terbuka.
untuk sekarang ini alternatif pengangkutan yang dilakukan oleh pembeli karet yakni mengangkut karet dari Kabupaten Morowali ke Pelabuhan Laut di Kota Palu, ibukota provinsi Sulawesi Tengah dengan jarak tempuh sekitar 400 kilometer. 
ada juga yang menggunakan alternatif pengangkutan laut melalui pelabuhan terdekat yakni Pelabuhan Kolonodale yang berada di kabupaten Morowali dengan jarak tempuh dari lokasi perkebunan sejauh 40 kilometer. Namun pembeli yang menggunakan pelabuhan ini biasanya menyediakan kapal sendiri, sebab jarang kapal barang umum yang merapat di pelabuhan ini.

H. Perizinan
Untuk Pembeli karet cukup dengan memperoleh izin dari pemerintah setempat. Dan untuk pihak yang berniat membangun industri pengolahan karet di kabupaten Morowali tentunya jenis dan proses perijinannya tergantung dari skala industri yang akan dibangun.

I. Budaya Lokal
Pembeli maupun Investor yang ingin masuk ke Kabupaten Morowali tidak perlu khawatir dengan rakyat setempat yang cukup ramah dan terbuka terhadap pembeli dan Investor yang akan masuk, khusunya jika didukung oleh tokoh masyarakat setempat yang berguna untuk bersentuhan langsung dengan penduduk lokal setempat.

J. Dokumentasi (klik gambar untuk memperbesar)
Proses Pemuatan Ke Atas Truk Angkutan

Proses Pemuatan Ke Atas Truk Angkutan

Proses Penimbangan

Proses Penimbangan

Suasana di Lokasi Penimbangan


PELUANG 
Saya sebagai penduduk setempat dan juga mengelolan perkebunan karet setempat, dengan senang hati menawarkan kepada Perusahaan ataupun Perorangan untuk membangun Industri Pengolahan Karet Mentah, saya dengan senang hati dapat membantu persiapan pendirian, perizinan, sampai dengan pengoperasian. 
Atau
Bagi Perusahaan maupun Perorangan yang berniat untuk datang membeli karet mentah di Kabupaten Morowali, saya dengan sangat senang hati menawarkan kerjasama untuk mengorganisir proses pembelian sampai dengan mengatur proses pengiriman.

Jika ada yang berinat, tertarik, atau ada hal lainnya yang ingin ditanyakan, silahkan menghubungi saya langsung: 
Nama   : Junaiding
Alamat : Kelurahan Pontangoa, Kecamatan Lembo Raya, Kabupaten Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah, Indonesia
HP       : 081354531854 (Tlp / SMS)
e-mail  : junaidingrun@gmail.com
FB      : Jun Junaedyng

Terima kasih atas perhatian dan antusiasmenya

Salam Hormat

Junaiding

Read more

No Title (Only "Galau" Posts)



No name without meaning,

I wonder what that meant, Same confusion that I wanted to write in this article. So I let my fingers typing wildly in all directions, until I found the idea to be a topic of this article.

Plans, hopes, and dreams are getting messy with the growing world population and interaction increasingly uncertain. The term "DYNAMIC" or it could also be said "RELATIVE" are becoming increasingly popular. Especially in my own perspective.
I'm starting a business, but Isn'T to continue, I was unable to stop it, somehow as if I'm in a chained position. So, the  best option is may be to leave this step.

Oky, now I found the topic for this article.

"Between Application a Job and Entrepreneurship"

This is the most confusing, or if the language of young people today may be "troubled". I stopped for a moment from the life of business, stopped facing e-mail, calculator, business proposals, and calls every day, already a month ago as I though vanish from the world of business as long as I've wrestled. Even now I have not been back to the main track or previous track. Maybe not my attempt to get off track, but probably due to intense competition and the dynamics of an increasingly uncertain business lead wheel slipped off the track of my life. Now I am confused with the position that I am actually occupy.

Everything looks strange, and the only thing that is clear to me now is the lack of clarity. All I know is struggling with daily academic activities, research and fro, sit in front of the notebook for hours, looking at the data and analyzing the results. Only one reason I know why I do this, is because I have no longer know what to do, so I had to take the decision to live just as long as it's positive.

There are several job offers came, but it adds to the lack of clarity that I was dealing. Sometimes I start to think back to open my old plan, which was hermetically sealed behind a stack of files business that I have ever run, scholarships abroad or a career in the TNC. Because, maybe like that so I have a point to reach back my foothold over the path I enjoy doing and I've slipped away, the business line.

Maybe I need to make a written draft of the list of future life plans, especially in the next 10 years. But I don’t know where to started out, and even then I'm still confused. However I need to thank my logic is still the way to think of some plan: Careers in Corporate, Trying fortunes for LLM scholarships in abroad, and the last option to continue in business. It seems so disconnected with my way of life that I had planned before, but this seems the best plan with the condition today.

Actually my business obsession comes from my favorite reading books about personal development and business, such as No Rules, Tipping Point, Blink, whant The Dog Show, Your Life Your Legacy, and others, besides that I also have subscribe to the magazine about economy and businesses since high school, because since I am in high school I was made ​​to read as one of my hobbies as well as entertain for me. Although some people say learning is one of the boring stuff, but learn somethings is enjoyable criteria is not bad to make you bored.

But then, I went back to the relativity that is in the style of this world. It's all relative. You agree?

Or are you confused with this words that are not structure? Whether there, I hopefully tomorrow any something that clarity that emerged amid the realities of nature and a life is full of perspectives, viewpoints, and questions is have been popular by young people today in terms ofCONFUSION” or if Bahasa, same with “GALAU”.

Regards,
Jun

Read more

CINTA



Ungkapan, percikan, semburan, lontaran, atau apalah namanya tentang pernyataan cinta, yang sudah begitu banyak mungkin ratusan, ribuan, bahkan jutaan hingga milyaran. Kata cinta terlontar dari bibir manusia yang rapuh. Dari mulai presiden hingga pengamen, kaum agamis bahkan atheis pun semua berkata cinta, cinta dan cinta. Akan tetapi tentu berbeda konteks, arti dan makna dari tiap-tiap person tersebut dalam mengungkapkan kata cinta. Seolah-olah dunia ini menjadi bising karena bunyi dari kata cinta tersebut. Mulai dari dunia nyata maupun maya, wall Facebook, kicauan burung, dan situs jejaring sosial lainnya.
Begitu juga halnya dengan banyaknya karya seni yang “mengeksploitasi cinta” sebut saja mulai dari film, lagu, buku, lukisan, cerita rakyat, dan lain-lainya yang memang sudah terlalu banyak untuk dituliskan dalam media yang terbatas ini. Seakan cinta menjadi sebuah tema besar kehidupan (termasuk tema besar status facebook). Hidup tanpa cinta bagai taman tak berbunga kata  Bang H. Rhoma Irama. Lain lagi dengan Agnes Monica yang bilang bahwa Cinta ini kadang tak ada logika. Afghan juga mengatakan Cinta ku bukan cinta biasa. Bahkan d’Masiv berbicara bahwa Cinta ini membunuhku (luar biasa!!).
Cinta sudah menjadi industri sekarang ini dan tak dapat dipungkiri bahwa cinta menjadi ladang komersil yang sangat menggiurkan bagi para kaum kapitalis. Diciptakanlah momen-momen yang berkenaan dengan cinta, lalu kemudian dibuat produk-produk cinta tentang cinta tersebut. Para kaum kapitalistik melakukan hal ini juga mengatasnamakan “cinta”. Akan tetapi cinta terhadap kepentingan dan uang yang akan mereka raih atas “pengindustrisasian cinta”. Mereka menjual cinta seperti menjual kacang goreng dikegelapan malam ditengah ramainya acara pesta rakyat 17 Agustusan.
Apakah makna cinta itu? Apakah arti kata cinta menurut anda?. Setiap orang tentu mempunyai definisi dan tafsir yang berbeda mengenai cinta. Saya akan coba mengutipkan beberapa definisi CINTA dari beragam sumber:
CINTA: Cerita Indah Nan Tetap Abadi
CINTA: Ciuman Indah Namun Tak berarti
CINTA: Cuma Ingin Nikmati Tubuh Adinda (versi pria penjahat kelamin nih)
CINTA: Cerita Indah Namun Tiada Akhir
CINTA: Cerita Indah Namun Terkadang Amblas
CINTA: Cuma Ingin Ngasih Tahu Aja
CINTA: Coli Itu Nora Tapi Asyik
CINTA: Cowok Item Namun Tetep Asyik
CINTA: Ciuman Itu Najis Tapi Asyik
CINTA: CINta LAura
Kemudian ada juga yang bersumber dari bahasa daerah saya:
LOVE : Living One Vibrational Energy
LOVE : Linguistics of Visual English
LOVE : Loss of Valuable Energy
LOVE : Let Our Violence End
LOVE : Legs Open Very Easy
LOVE : Let Older Volunteers Educate
LOVE : Leave out Violence Everywhere
LOVE : Look Observe Verify Enjoy
LOVE : Love Overcomes Virtually Everything 
LOVE : Let Our Voices Echo
LOVE : Loss of Valuable Education
LOVE : Listen, Overlook, Value, Encourage
LOVE : League of Villainous Entities
LOVE : Lunar Observations Verifier Editor
LOVE : Lots of Valuable Energy
LOVE : Lots of Varied Emotions
LOVE : Language of Various Emotions
LOVE : Let Our Values Endure
LOVE : Land of Sorrow, Ocean of Tears, Valley of Death, End of Life
LOVE : Living Our Vision Everyday
LOVE : Life's Only Valuable Emotion
LOVE : Life Offers Valuable Experiences
LOVE : Living out Various Emotions
LOVE : Lots of Violent Emotions
LOVE : Love Others Very Eagerly
LOVE : Let Our Voices Emerge
LOVE : Love Our Valuable Earth
LOVE : Living off Vital Emotions
LOVE : Living Our Values Everyday
Di dalam benak saya, entah kenapa mereka bisa berkata seperti itu?. Mungkin karena pengalaman, candaan belaka, ataukah memang seperti itu perspektif dan persepsi kebanyakan kaum adam dan hawa tentang cinta.
Kenapa manusia sering sakit terhadap cinta? Karena ditinjau dari istilahnya saja, seseorang yang merasakan hebatnya, dahsyatnya, indahnya, manisnya cinta dikatakan bahwa ia sedang “jatuh cinta”. Jika seseorang jatuh baik sengaja maupun tidak sengaja. Maka ia akan merasakan sakit, dan itu pasti tidak bisa tidak untuk menghindarkan kata jatuh dengan kata sakit atau kata yang bermakna sama.
Kemudian mungkin kebanyakan cara pandang dari manusia picik terhadap cinta itu sendiri. Kenapa kita bisa berkata bahwa Romeo itu orang yang keren, tampan plus rupawan. Begitu juga dengan Juliet kenapa kita bisa yakin bahwa ia sosok wanita yang cantik, menarik, yang dapat membuat Romeo melirik.
Begitu pula dengan tokoh-tokoh fiktif mengenai kisah romansa cinta lainnya, seperti Fachry, Maria, dan Aisyah di film ayat-ayat cinta. Atau Isabella Swan dan Edward Cullen di dalam cerita Twilight (heran, setan koq bisa-bisanya tampan ya??). Di kisah-kisah lama pun seperti tak mau ketinggalan seperti Rahma dan Shinta, Sleeping Beauty, Snow Whites dan lain-lain kesemua tokoh-tokoh utamanya (entah kita yang membayangkan atau narasi ceritanya memang berkata seperti itu) pastilah orang-orang yang mempunyai wajah yang rupawan dan cantik nun jelita. Malah orang-orang yang menjadi musuhnya bisa dibilang memiliki wajah yang agak kurang dibanding tokoh-tokoh utama tersebut. Seakan-akan tidak ada cinta untuk orang-orang yang tidak tampan atau cantik (walaupun ada yang bilang bahwa rupawan atau tidaknya itu relative, tapi realisasinya yang jelek itu mutlak hukumnya. Rolek (resiko orang jelek) :D maaf lho kalau yang ini bercanda doang). :D
Kalaupun ada cerita yang tokoh utamanya tidak rupawan. Itu hanya sekadar untuk awalan saja. Toh akhirnya tokoh-tokoh itu akan menjelma berubah menjadi sosok pangeran yang cakep, putri yang cantik dst,dsb. Seperti Beauty and the Beast, Princes Frog, atau kalau yang ala Indonesia  Lutung Kasarung.
…………….
Baiklah, terlepas dari retorika abstrak di atas, ada persamaan yang terlihat seperti sebuah hal yang sedikit terurai dari belenggu keabstrakan, yakni:
Pria Bodoh + Wanita Bodoh = Kehamilan
Pria Bodoh + Wanita Cerdas = Perkawinan
Pria Cerdas + Wanita Bodoh = Perceraian
Pria Cerdas + Wanita Cerdas = Romantis


Regads,
Jun

Read more